Proyek Ruang Guru SDN 33 Bangai Terlambat, Seketaris Demokrat Labusel Minta BPK Turun Tangan

Proyek Ruang Guru SDN 33 Bangai Terlambat, Seketaris Demokrat Labusel Minta BPK Turun Tangan.
Labusel,journalistCyber.com
Keterlambatan pembangunan ruang guru SD Negeri 33 Bangai, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, memicu kritik keras dari masyarakat. Proyek yang bersumber dari APBD Tahun 2025 tersebut diduga baru menunjukkan progres 3–5 persen meski tahun anggaran telah berakhir.

Pantauan media pada Selasa (6/1/2026) menemukan sejumlah kejanggalan di lokasi proyek. Selain pekerjaan yang nyaris belum berjalan, tidak tampak papan informasi proyek, yang seharusnya menjadi bentuk keterbukaan kepada publik.
Kepala SDN 33 Bangai, Siti Mariah Siregar, menyebut pihak sekolah tidak dilibatkan dalam teknis pelaksanaan proyek.
“Kami tidak tahu alasan keterlambatannya. Semua menjadi kewenangan Dinas Pendidikan,” katanya singkat.
Ketertutupan semakin terasa ketika upaya konfirmasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan Labuhanbatu Selatan berinisial TN tidak berhasil. Saat didatangi ke kantor dinas, PPK dan Kepala Dinas disebut sedang tidak berada di tempat.
Kondisi ini mendapat reaksi keras dari Bayanuddin Dalimunthe, ST, mantan anggota DPRD Labuhanbatu Selatan sekaligus Sekretaris Partai Demokrat Labusel. Ia menduga kuat adanya persoalan serius dalam pengelolaan anggaran proyek.
“Kalau proyek baru dikerjakan sekarang, saya yakin dananya sudah dicairkan penuh. Ini sangat janggal,” ujar Bayanuddin.
Ia menegaskan bahwa proyek tersebut seharusnya selesai pada akhir 2025, dan tidak ada alasan kuat untuk keterlambatan karena daerah tersebut tidak terdampak bencana.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Bayanuddin menyatakan akan melayangkan surat resmi ke BPK RI dan mendesak Aparat Penegak Hukum agar melakukan pemeriksaan menyeluruh.
“Ini menyangkut uang negara dan masa depan pendidikan. Jangan sampai anggaran dipermainkan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Selatan belum memberikan klarifikasi resmi.(JC)



