script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2756064245665819" crossorigin="anonymous">
Berita

Bupati Labusel Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag, Tekankan Kerukunan sebagai Kekuatan Bangsa

Bupati Labusel Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag, Tekankan Kerukunan sebagai Kekuatan Bangsa

Labusel,JournalistCyber.com

Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, memimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Lapangan Kantor Kemenag Labusel, Sabtu (3/1/2026).

Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Sekretaris Daerah M. Reza Pahlevi Nasution, Kepala Kantor Kemenag Labusel Awaludin Habibi, para kepala OPD, serta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Dalam amanatnya, Bupati Fery Sahputra membacakan pidato Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Tema tersebut menegaskan bahwa kerukunan merupakan fondasi penting dalam membangun bangsa yang kuat dan berdaya saing di tengah keberagaman.

Disebutkan bahwa Indonesia tidak dibangun oleh satu kelompok tertentu, melainkan melalui kerja bersama seluruh elemen bangsa sejak masa perjuangan hingga saat ini. Kementerian Agama hadir sebagai institusi strategis dalam merawat kehidupan beragama yang harmonis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Memasuki usia delapan dekade, Kementerian Agama terus memperkuat perannya sebagai penjaga nilai-nilai keagamaan yang moderat, inklusif, dan berkeadaban. Peran tersebut mencakup peningkatan mutu pendidikan keagamaan, penguatan kerukunan umat beragama, pemberdayaan ekonomi umat, hingga menghadirkan agama sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial.

Sepanjang tahun 2025, Kementerian Agama juga mendorong program Kemenag Berdampak melalui transformasi digital layanan keagamaan agar lebih efektif, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Selain itu, penguatan ekonomi umat terus digalakkan melalui pesantren serta optimalisasi pengelolaan zakat, wakaf, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lintas umat.

Di bidang pendidikan, madrasah dan perguruan tinggi keagamaan dinilai mengalami peningkatan kualitas yang signifikan dan mampu bersaing dengan lembaga pendidikan umum. Program Desa Sadar Kerukunan pun menjadi contoh konkret implementasi nilai toleransi yang hidup di tengah masyarakat.

Pidato tersebut juga menyoroti tantangan era digital dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. ASN Kementerian Agama diharapkan mampu beradaptasi dengan teknologi sekaligus mengisi ruang digital dengan narasi keagamaan yang moderat, mencerahkan, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Menutup amanatnya, Menteri Agama mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk terus bertransformasi menjadi aparatur yang profesional, adaptif, responsif, dan berintegritas, guna memberikan pelayanan terbaik kepada umat dan masyarakat.(JC)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button