Tolak Intimidasi, Puluhan Jurnalis di Labusel Gelar Aksi Damai Bela Kebebasan Pers

Tolak Intimidasi, Puluhan Jurnalis di Labusel Gelar Aksi Damai Bela Kebebasan Pers
Labusel,journalistCyber.com
Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi media di Kabupaten Labuhanbatu Selatan turun ke jalan dalam aksi damai menentang tindakan intimidasi terhadap seorang wartawan. Aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas sekaligus peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba membungkam suara pers.(28/7)
Long march yang dimulai dari Lapangan Santun Berkata Bijak Berkarya (SBBK) hingga Bundaran Simpang Tiga Bukit, Kota Pinang, menjadi simbol perlawanan terhadap segala bentuk tekanan terhadap kebebasan pers. Para peserta membawa spanduk besar bertuliskan: “STOP Intimidasi dan Kekerasan terhadap Jurnalis”, yang juga dipasang di sejumlah titik strategis seperti di Bundaran Simpang tiga bukit ,depan Kantor Kementerian Agama,di Kecamatan Sungai Kanan, dan Kecamatan Torgamba.
Aksi ini digerakkan oleh gabungan organisasi pers terkemuka, di antaranya Ikatan Wartawan Online (IWO),Labusel, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI), Pro Jurnalis Media Siber, dan Aliansi Komunikasi Wartawan (ALKOWAR).
Intimidasi yang menjadi pemicu aksi ini diduga dilakukan oleh seorang oknum ketua yayasan kepada seorang jurnalis yang tengah meliput isu pendidikan di Kecamatan Sungai Kanan.
“Kami bukan pihak ilegal, kami bukan musuh. Pers adalah mitra strategis pemerintah dalam pembangunan dan penjaga demokrasi. Profesi wartawan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” tegas salah satu orator dalam aksi tersebut.
Selain mengecam tindakan intimidatif, para jurnalis juga menuntut aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan adil, serta mendesak pemerintah daerah agar tidak menutup mata terhadap ancaman yang dihadapi para pewarta.
“Hari ini satu jurnalis diintimidasi, besok bisa siapa saja. Jika pers dibungkam, siapa yang akan menyuarakan kebenaran? Kami tidak akan tinggal diam!” seru perwakilan IJTI dengan lantang.
Meski berlangsung di bawah terik matahari, aksi ini berjalan tertib dan penuh semangat. Para jurnalis berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga pelaku mendapatkan sanksi hukum yang setimpal. Mereka menegaskan bahwa pembelaan terhadap profesi jurnalis adalah bagian dari menjaga kebebasan berekspresi dan demokrasi di negeri ini.(JC)



